Sejarah

SEJARAH BERSAMA

Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama atau BERSAMA adalah organisasi kemasyarakat yang mengkoordinasikan potensi sosial dalam usaha pembinaan daya tahan masyarakat dibidang sosial dan merupakan badan kerjasama antar organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang pencegahan penyalah gunaan narkoba.

BERSAMA didirikan pada 26 Juni 1978 di bawah koordinasi Bakolak Inpres 6/1971. BERSAMA merupakan akronim dari Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama. Warga Tama berarti Warga Negara Utama (noble citizen). Tidak ada kata-kata Narkoba, karena BERSAMA fokus pada tujuan organisasi yaitu pembinaan warga negara utama, berprestasi tanpa narkoba.

Organisasi BERSAMA merupakan perwujudan kesadaran masyarakat akan perlunya partisipasi sosial dalam rangka meningkatkan daya tahan masyarakat terhadap ancaman bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA/MADAT /NARKOBA).

Sejak kelahirannya, Organisasi BERSAMA  telah menjalankan fungsinya dengan memayungi, mengkoordinasikan dan atau bermitra dengan seluruh potensi sosial, yaitu Organisasi-Organisasi Kemasyarakatan mitra Pemerintah (OKMP) yang bergerak atau mempunyai program dalam bidang penanggulangan penyalahgunaan NARKOBA.

Dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Peredaran dan Perdagangan Gelap NARKOBA (P4GN) Organisasi BERSAMA beserta para mitranya berperan serta membantu Pemerintah terutama di bidang pencegahan (demand reduction), sedangkan di bidang pemberantasan (supply reduction), Organisasi BERSAMA beserta para mitranya membantu Pemerintah dalam bentuk menjalin komunikasi dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan.

KETUA-KETUA UMUM

  • Brigjen Pol. (P) Drs. Soekardjo Soebadi, SH (alm)
  • Letjen Pol. (P) Drs. Soekahar (alm)
  • Mayjen Pol. (P) Drs. Putera Astaman menjadi Ketua Umum periode 1994-1998 dan terpilih kembali menjadi Ketua Umum BERSAMA periode 2016-2020 melalui Musyawarah Nasional V, 17 Desember 2016.
  • Irjen Pol. (P) Prof. Dr. dr. Hadiman, SH, MBA
  • Letjen TNI (P) Suaidi Marasabessy